Langsung ke konten

Langsung ke daftar isi

BAGIAN 3

Siapa yang Tinggal di Alam Roh?

Siapa yang Tinggal di Alam Roh?

1. Bagaimana kepercayaan tradisional disamakan dengan piramida atau gunung?

BEBERAPA kepercayaan agama tradisional disamakan dengan piramida atau gunung. Allah berada di puncak dengan kekuatan ilahi tertinggi. Di lerengnya ada para dewa, atau makhluk roh, yang lebih rendah, yang melayani Allah. Di dekat dewa-dewa dan makhluk roh itu, ada para leluhur yang berminat akan kesejahteraan anggota keluarga mereka di bumi. Di bagian dasar ada kekuatan roh yang lebih rendah seperti ilmu gaib, tenung, dan sihir.

2. Bagaimana pengaruh kepercayaan tradisional terhadap agama?

2 Kepercayaan tradisional ini sangat memengaruhi agama-agama lain. Misalnya, buku The Asians: Their Heritage and Their Destiny mengatakan, ”Para penganut agama-agama di dunia ada di Asia Tenggara saat ini, tetapi kepercayaan dan kebiasaan sebagian besar masyarakat berasal entah dari animisme, Hinduisme, Buddhisme, atau Islam atau gabungan dari dua atau lebih agama-agama ini.”

3. Bagaimana kita bisa tahu tentang siapa yang tinggal di alam roh?

3 Apakah kepercayaan tradisional mengajarkan kebenaran? Alkitab memberi tahu kita tentang siapa yang sebenarnya tinggal di alam roh.

Yehuwa, Allah yang Benar

4. Mengenai Allah, persamaan apa yang ada dalam kebanyakan agama?

4 Kebanyakan agama setuju bahwa Allah ada dan bahwa Ia adalah Yang Mahakuasa. Alkitab menggambarkan-Nya sebagai ”Allah atas segala allah dan Tuan atas segala tuan, Allah yang besar, perkasa dan membangkitkan rasa takut”. (Ulangan 10:17) Kaum Muslim juga percaya akan Allah Yang Maha Esa. Sehubungan dengan agama tradisional, misalnya di Afrika, Profesor Geoffrey Parrinder mengatakan, ”Kebanyakan orang Afrika percaya kepada Allah yang Mahakuasa, bapak dari dewa dan manusia, pencipta alam semesta.”

5. Apa saja sebutan untuk Allah?

5 Meskipun hampir semua orang percaya kepada Allah, kebanyakan tidak tahu jelas siapa Allah itu. Langkah pertama untuk mengenal seseorang adalah mengetahui namanya. Tetapi, ada perbedaan tentang nama Allah di antara agama-agama. Beberapa agama yang mengaku Kristen menyebutnya Tuhan, gelar yang berarti ”Yang Mahakuasa”. Orang Muslim menyebutnya Allah. Dalam beberapa agama tradisional, sebutan untuk Yang Mahakuasa berbeda-beda antara satu bahasa dengan bahasa lain. Di Indonesia terdapat banyak nama dan gelar untuk Yang Mahakuasa. Misalnya, Debata Mulajadi Nabolon (Tapanuli), Gusti Allah (Jawa), Hyang Widhi Wasa (Bali), Opo Empung (Minahasa), Puang Matua (Toraja), Ran ying Hatalla (Dayak), atau Sang Hyang Kersa (Sunda).

6, 7. Siapa nama Allah, dan dari mana kita tahu?

6 Apa yang Allah katakan tentang nama-Nya? Saat Allah memerintahkan nabi Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, Musa bertanya, ”Sekiranya aku datang kepada putra-putra Israel dan aku mengatakan kepada mereka, ’Allah bapak-bapak leluhurmu telah mengutus aku kepadamu’, dan mereka mengatakan kepadaku, ’Siapa namanya?’ Apa yang akan kukatakan kepada mereka?”​—Keluaran 3:13.

7 Allah menjawab, ”Inilah yang harus kaukatakan kepada putra-putra Israel, ’Yehuwa, Allah bapak-bapak leluhurmu, . . . telah mengutus aku kepadamu.’ Inilah namaku sampai waktu yang tidak tertentu, dan dengan inilah aku akan diingat, dari generasi ke generasi.” (Keluaran 3:15) Nama Allah muncul lebih dari 7.000 kali dalam Alkitab, meski beberapa penerjemah Alkitab telah menggantinya dengan gelar ”Allah” atau ”Tuhan”.

8. Seperti apakah Yehuwa itu, dan apa yang harus kita lakukan untuk mendapat perkenan-Nya?

8 Seperti apakah Yehuwa itu? Ia Pribadi roh, mahakuasa, dan mahamulia. Ia mahatinggi. (Ulangan 6:4; Yesaya 44:6) Yehuwa mengatakan kepada nabi Musa, ”Aku Yehuwa, Allahmu, adalah Allah yang menuntut pengabdian yang eksklusif.” Dengan kata lain, untuk mendapat perkenan Yehuwa, kita harus menyembah Dia saja. Ia tidak ingin kita menyembah benda atau pribadi lain mana pun.—Keluaran 20:3-5.

Yesus Kristus, Raja Kerajaan Allah

9. Mengapa kita bisa mengatakan bahwa Yesus tidak setara dengan Yehuwa?

9 Ada banyak pendapat yang simpang siur tentang siapa Yesus. Banyak yang mengaku Kristen percaya bahwa Yesus adalah bagian dari Tritunggal yang ”Suci”. Tetapi, Alkitab tidak mengajarkan bahwa Allah adalah tiga pribadi dalam satu. Dan, Alkitab tidak mengajarkan bahwa Yesus setara dengan Yehuwa. Yesus sendiri mengatakan, ”Bapak lebih besar daripada aku.”—Yohanes 14:28.

10. Di manakah Yesus sebelum ia datang ke bumi?

10 Alkitab mengajarkan bahwa sebelum Yesus hidup di bumi sebagai manusia, ia berada di surga sebagai makhluk roh yang perkasa. Selain menciptakan Adam dan Hawa di bumi, Yehuwa juga menciptakan makhluk-makhluk roh di surga. Yesus adalah pribadi roh pertama yang Yehuwa ciptakan.—Yohanes 17:5; Kolose 1:15.

11. Bagaimana Yesus bisa terlahir sebagai manusia?

11 Sekitar 2.000 tahun yang lalu, Yehuwa memindahkan kehidupan makhluk roh ini ke rahim seorang perawan bernama Maria. Malaikat Gabriel (atau, Jibril) mengatakan kepadanya, ”Engkau akan mengandung dalam rahimmu dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan engkau harus menamai dia Yesus. Dan ia akan berkuasa sebagai raja . . . , dan kerajaannya tidak akan berakhir.”—Lukas 1:31, 33. *

12. Apa salah satu alasan Yesus datang ke bumi?

12 Lalu, Yesus lahir, tumbuh dewasa, dan mengajar orang-orang mengenai kehendak dan maksud-tujuan Yehuwa. Ia mengatakan kepada seorang gubernur Romawi, ”Untuk inilah aku dilahirkan, dan untuk [alasan] inilah aku datang ke dunia, agar aku memberikan kesaksian tentang kebenaran.” (Yohanes 18:37) Dengan memperhatikan apa yang Yesus ajarkan, kita bisa mengetahui kebenaran tentang kehendak dan maksud-tujuan Allah. Kita akan tahu caranya mendapat perkenan Allah.

13. Apa alasan kedua Yesus datang ke bumi?

13 Alasan kedua Yesus datang ke dunia adalah untuk memberikan kehidupan manusianya sebagai tebusan demi umat manusia. (Matius 20:28) Ia melakukannya agar kita dapat dibebaskan dari dosa yang kita warisi dari leluhur kita, Adam. Sebagai hasilnya, kita bisa hidup abadi. Rasul Yohanes menulis, ”Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, ia memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan, agar setiap orang yang memperlihatkan iman akan dia tidak akan dibinasakan melainkan memperoleh kehidupan abadi.”​—Yohanes 3:16.

14. (a) Apa yang terjadi pada Yesus setelah kematiannya sebagai manusia? (b) Apa kedudukan Yesus di surga sekarang?

14 Setelah kematiannya sebagai manusia, Yesus dibangkitkan ke surga, dan ia kembali hidup sebagai makhluk roh yang penuh kuasa. (Kisah 2:32, 33) Belakangan, Yehuwa memberinya ”kekuasaan dan kehormatan dan kerajaan, agar semua orang dari berbagai bangsa, kelompok bangsa dan bahasa melayani dia”. (Daniel 7:13, 14) Yesus telah menjadi Raja yang perkasa; ia adalah Raja dari pemerintahan surgawi Yehuwa. Segera ia akan menunjukkan kuasanya atas seluruh bumi.

Malaikat-Malaikat, Pelayan Allah

15. Kapan dan di mana para malaikat diciptakan?

15 Bukan hanya Yehuwa dan Yesus yang tinggal di alam roh. Yehuwa menciptakan makhluk-makhluk roh lainnya yaitu para malaikat. Gabriel, yang berbicara kepada Maria, adalah salah satunya. Para malaikat bukanlah manusia yang pernah hidup di bumi. Mereka diciptakan di surga, lama sebelum manusia diciptakan di bumi. (Ayub 38:4-7) Jumlah malaikat ada jutaan.​—Daniel 7:10.

Malaikat yang setia menolak untuk disembah

16. Mengapa manusia tidak boleh menyembah para malaikat?

16 Para malaikat yang setia tidak ingin kita menyembah mereka. Dua kali rasul Yohanes mencoba untuk menyembah para malaikat, tetapi mereka menolaknya dengan mengatakan, ”Hati-hatilah! Jangan lakukan itu! . . . Sembahlah Allah.”​—Penyingkapan (Wahyu) 19:10; 22:8, 9.

17. Bagaimana kita tahu bahwa malaikat sanggup melindungi hamba Allah, dan mengapa ini menenteramkan kita?

17 Para malaikat tidak lagi menampakkan diri kepada hamba-hamba Allah di bumi, seperti yang mereka lakukan saat membebaskan para rasul Yesus dari penjara. (Kisah 5:18, 19) Tetapi, jika kita menyembah Yehuwa sesuai dengan Firman-Nya, Alkitab, kita dapat yakin bahwa pasukan malaikat-Nya yang kuat dan tidak kelihatan akan melindungi kita. Alkitab mengatakan, ”Malaikat Yehuwa berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan dia, Dan dia menyelamatkan mereka.” (Mazmur 34:7; 91:11) Mengapa informasi ini menenteramkan kita? Karena ada banyak musuh yang berbahaya di alam roh yang ingin menghancurkan kita!

Setan, Musuh Allah

18. (a) Mengapa seorang malaikat memberontak melawan Allah? (b) Nama apa yang diberikan kepada malaikat pemberontak ini?

18 Tidak semua malaikat Allah tetap setia kepada-Nya. Beberapa memberontak terhadap Dia. Mereka menjadi musuh Allah dan musuh manusia di bumi. Bagaimana mungkin? Para malaikat itu diciptakan Yehuwa sebagai malaikat yang baik. Tetapi, salah satu dari putra-putra rohani yang sempurna ini ingin disembah manusia dan ia bertindak sesuai dengan keinginannya yang jahat. Makhluk roh itu diberi nama Setan, yang berarti ”Penentang [Allah]”. Ia juga disebut Iblis, yang artinya ”Pemfitnah”, karena ia mengatakan dusta yang keji tentang Yehuwa.

19. Mengapa dan bagaimana Setan menyiksa Ayub?

19 Setan membujuk manusia untuk ikut memberontak melawan Allah. Perhatikan apa yang ia lakukan kepada Ayub, seorang hamba Allah yang setia. Ayub sangat kaya. Ia memiliki 7.000 domba, 3.000 unta, 1.000 lembu, dan 500 keledai betina. Ia juga mempunyai sepuluh anak dan banyak hamba. Pertama, Setan membunuh ternak dan hamba-hamba Ayub. Berikutnya, ia mendatangkan ”angin besar” untuk menghancurkan rumah, dan membunuh semua anak Ayub. Setelah itu, Setan menyiksa Ayub dengan ”bisul yang ganas dari telapak kakinya sampai ke puncak kepalanya”.​—Ayub 1:3-19; 2:7.

20. (a) Upah apa yang Ayub terima karena ia setia? (b) Apa yang berhasil Setan lakukan atas banyak orang lainnya?

20 Meski sangat menderita, Ayub tetap setia kepada Allah. Maka Yehuwa menyembuhkannya dan ’sebagai tambahan Ia memberikan semua yang pernah dimiliki Ayub, dalam jumlah dua kali lipat’. (Ayub 42:10) Setan gagal membuat Ayub tidak setia, tetapi ia berhasil membuat banyak orang berpaling dari Allah. Alkitab mengatakan, ”Seluruh dunia berada dalam kuasa si fasik.”​—1 Yohanes 5:19.

21. (a) Apa buktinya bahwa Setan ingin disembah? (b) Mengapa Yesus menolak menyembah Setan?

21 Setan ingin kita menyembah dia. Ini jelas terlihat saat ia menggoda Yesus hampir 2.000 tahun yang lalu. Alkitab menjelaskan, ”Iblis membawa dia [Yesus] ke sebuah gunung yang luar biasa tinggi, dan memperlihatkan kepadanya semua kerajaan dunia serta kemuliaannya, dan ia mengatakan kepadanya, ’Aku akan memberikan kepadamu semua ini jika engkau sujud dan melakukan suatu tindakan penyembahan kepadaku.’” Yesus menolak dengan berkata, ”Pergilah, Setan! Karena ada tertulis, ’Yehuwa, Allahmu, yang harus engkau sembah, dan kepada dia saja engkau harus memberikan dinas suci’.” (Matius 4:8-10) Yesus tahu betul hukum Yehuwa, dan ia tidak sudi melakukan apa yang Setan inginkan.

Hantu​—Malaikat yang Jahat

22. Apa yang dilakukan malaikat-malaikat jahat terhadap manusia?

22 Malaikat-malaikat lain ikut memberontak bersama Setan melawan Allah. Malaikat-malaikat jahat ini adalah musuh manusia di bumi. Mereka kejam dan keji. Di masa lalu, mereka membuat beberapa orang bisu dan buta. (Matius 9:32, 33; 12:22) Yang lain-lain dibuat sakit atau gila. (Matius 17:15, 18; Markus 5:2-5) Mereka bahkan menyiksa anak-anak.​—Lukas 9:42.

23. (a) Apa yang malaikat-malaikat jahat inginkan dari manusia? (b) Tipuan Setan dan para hantu membuat manusia melakukan apa?

23 Seperti Setan, malaikat-malaikat jahat ingin disembah, padahal mereka tahu penyembahan itu hanya milik Yehuwa. Mereka bukan cuma senang disembah, tetapi mendambakan, menghasratkan, dan menyebarluaskannya. Melalui tipuan, dusta, dan rasa takut, Setan dan para hantu telah membuat orang-orang menyembah mereka. Tentu, tidak banyak yang sadar bahwa mereka menyembah Setan dan para hantu. Kebanyakan orang akan terkejut kalau mereka tahu bahwa agama mereka mengagungkan Setan. Tetapi, Alkitab memperingatkan, ”Perkara-perkara yang dikorbankan oleh bangsa-bangsa, mereka korbankan kepada hantu-hantu dan bukan kepada Allah.”​—1 Korintus 10:20.

24. Apa salah satu siasat Setan agar manusia menyembah dia?

24 Salah satu cara yang Setan dan hantu-hantu lakukan agar manusia menyembah mereka adalah menyebarkan dusta tentang keadaan orang mati. Mari kita perhatikan apa yang Alkitab ajarkan mengenai hal ini.

^ par. 11 Quran menyebutkan keajaiban kelahiran Yesus di Surat ke-19 Maryam. Bunyinya, ”Kami mengutus Ruh Kami (Jibril) kepada [Maryam], lalu dia menyerupakan dirinya di hadapannya sebagai manusia sempurna. Maryam berkata, ’Sesungguhnya aku berlindung kepada Yang Maha Pemurah dari engkau jika betul engkau orang yang taqwa’. (Jibril) berkata, ’Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci’. Maryam berkata, ’Bagaimana akan ada bagiku seorang anak, sedang aku belum pernah disentuh seorang laki-laki pun (suami) dan tiadalah aku perempuan jahat’. (Jibril) berkata, ’Demikianlah.’ Tuhanmu berfirman, ’Hal itu mudah bagi-Ku’. Kami hendak menjadikannya sebagai tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan adalah urusan itu telah ditetapkan.”