Catatan

Catatan

 1 PRINSIP

Hukum-hukum Allah didasarkan atas prinsip-Nya. Prinsip-prinsip ini adalah kebenaran dasar yang ada dalam Alkitab. Prinsip bisa membantu kita memahami perasaan dan pikiran Allah sehingga kita bisa membuat keputusan yang baik dan melakukan apa yang benar. Prinsip Allah terutama berguna saat ada situasi yang hukumnya tidak langsung disebutkan dalam Alkitab.

Bab 1, paragraf 8

 2 KETAATAN

Menaati Yehuwa berarti rela melakukan perintah-Nya. Yehuwa ingin kita menaati-Nya karena kita menyayangi-Nya. (1 Yohanes 5:3) Jika kita menyayangi Allah dan percaya kepada-Nya, kita akan mengikuti semua nasihat-Nya kapan pun. Kita akan menaati-Nya bahkan jika itu sulit bagi kita. Menaati Allah pasti bermanfaat karena Dia mengajar kita caranya memiliki kehidupan yang terbaik sekarang dan menjanjikan banyak berkat di masa depan untuk kita.​—Yesaya 48:17.

Bab 1, paragraf 10

 3 KEBEBASAN MEMILIH

Yehuwa memberi setiap orang kebebasan memilih, atau kemampuan untuk membuat keputusan. Dia tidak menciptakan kita seperti robot. (Ulangan 30:19; Yosua 24:15) Kita bisa menggunakan kebebasan ini untuk membuat keputusan yang baik. Tapi, jika kita tidak berhati-hati, kita bisa membuat keputusan yang buruk. Karena punya kebebasan memilih, kita harus memutuskan sendiri apakah akan setia kepada Yehuwa atau tidak. Kita juga harus membuktikan bahwa kita benar-benar menyayangi-Nya.

Bab 1, paragraf 12

 4 STANDAR MORAL

Yehuwa memberikan standar moral, atau bimbingan untuk tingkah laku kita. Dalam Alkitab, kita bisa tahu tentang standar moral ini dan manfaatnya bagi hidup kita. (Amsal 6:16-19; 1 Korintus 6:9-11) Standar ini membuat kita tahu pandangan Allah tentang apa yang benar dan salah. Standar ini juga mengajar kita caranya menjadi pengasih, membuat keputusan yang bijak, dan berbuat baik kepada orang lain. Standar dunia ini terus menurun, tapi standar Yehuwa tidak berubah. (Ulangan 32:4-6; Maleakhi 3:6) Jika kita mengikuti standar Yehuwa, kita akan terlindung dari banyak hal buruk secara fisik dan emosi.

Bab 1, paragraf 17

 5 HATI NURANI

Hati nurani adalah perasaan dalam diri kita yang membuat kita merasa bahwa sesuatu itu benar atau salah. Yehuwa memberi setiap manusia hati nurani. (Roma 2:14, 15) Agar hati nurani bisa berfungsi dengan baik, kita perlu melatihnya dengan standar moral Yehuwa sehingga itu bisa membantu kita membuat keputusan yang menyenangkan Allah. (1 Petrus 3:16) Hati nurani bisa memperingatkan kita saat kita akan membuat keputusan yang buruk. Itu juga bisa membuat kita merasa sangat terganggu setelah berbuat salah. Hati nurani kita bisa menjadi tumpul, tapi dengan bantuan Yehuwa, itu bisa tajam lagi. Hati nurani yang baik membuat kita punya harga diri dan membuat pikiran kita damai.

Bab 2, paragraf 3

 6 TAKUT KEPADA ALLAH

Jika kita takut kepada Allah, itu berarti kita sangat menyayangi dan menghormati-Nya sehingga kita tidak ingin melakukan apa pun yang bisa membuat Dia tidak senang. Takut kepada Allah membantu kita untuk melakukan yang baik dan menolak yang buruk. (Mazmur 111:10) Itu akan menggerakkan kita untuk memperhatikan setiap perkataan Yehuwa. Itu juga membantu kita untuk menepati janji kita kepada-Nya karena kita sangat menghormati-Nya. Takut kepada Allah memengaruhi cara berpikir kita, perlakuan kita terhadap orang lain, dan pilihan kita setiap hari.

Bab 2, paragraf 9

 7 PERTOBATAN

Pertobatan mencakup penyesalan yang sungguh-sungguh yang dirasakan seseorang karena kesalahannya. Orang yang menyayangi Allah akan merasa sangat menyesal saat menyadari bahwa dia telah melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan standar Yehuwa. Jika kita berbuat salah, kita perlu memohon pengampunan Yehuwa atas dasar korban tebusan Yesus. (Matius 26:28; 1 Yohanes 2:1, 2) Jika kita bertobat dengan sungguh-sungguh dan berhenti melakukan yang salah, yakinlah bahwa Yehuwa akan mengampuni kita. Kita tidak perlu lagi merasa bersalah atas kesalahan kita di masa lalu. (Mazmur 103:10-14; 1 Yohanes 1:9; 3:19-22) Kita harus berupaya keras untuk belajar dari kesalahan, mengubah cara berpikir yang salah, dan hidup menurut standar Yehuwa.

Bab 2, paragraf 18

 8 PEMECATAN

Jika seseorang melakukan dosa serius dan tidak mau bertobat serta tidak mau mengikuti standar Yehuwa, dia tidak bisa lagi menjadi anggota sidang. Dia perlu dipecat. Jika seseorang dipecat, kita tidak lagi berurusan dan berbicara dengannya. (1 Korintus 5:11; 2 Yohanes 9-11) Pengaturan pemecatan menjaga agar nama Yehuwa dan sidang tetap bersih. (1 Korintus 5:6) Pemecatan adalah disiplin yang juga bisa membantu orang yang berdosa untuk bertobat agar dia bisa kembali kepada Yehuwa.​—Lukas 15:17.

Bab 3, paragraf 19

 9 PETUNJUK, BIMBINGAN, DAN NASIHAT

Yehuwa menyayangi dan ingin membantu kita. Jadi, Dia memberi kita petunjuk, bimbingan, dan nasihat melalui Alkitab dan orang-orang yang menyayangi Dia. Sebagai manusia yang tidak sempurna, kita sangat membutuhkan bantuan ini. (Yeremia 17:9) Jika kita menghormati dan mendengarkan orang-orang yang Yehuwa gunakan untuk membimbing kita, itu berarti kita menghormati Yehuwa dan ingin menaati-Nya.​—Ibrani 13:7.

Bab 4, paragraf 2

 10 KESOMBONGAN DAN KERENDAHAN HATI

Karena tidak sempurna, kita mudah untuk menjadi egois dan sombong. Tapi, Yehuwa ingin kita rendah hati. Biasanya, kita mulai belajar untuk rendah hati saat kita membandingkan diri kita dengan Yehuwa dan menyadari bahwa kita itu tidak ada apa-apanya. (Ayub 38:1-4) Kerendahan hati juga penting karena kita jadi belajar untuk lebih memikirkan orang lain dan apa yang terbaik untuk mereka daripada untuk kita. Orang sombong biasanya berpikir bahwa dirinya lebih hebat daripada orang lain. Orang yang rendah hati memeriksa dirinya dengan jujur dan tahu kelebihan dan kekurangannya. Dia tidak takut mengakui kesalahan, meminta maaf, serta menerima nasihat dan saran. Orang yang rendah hati mengandalkan Yehuwa dan mengikuti bimbingan-Nya.​—1 Petrus 5:5.

Bab 4, paragraf 4

 11 WEWENANG

Wewenang adalah hak untuk memberikan perintah dan membuat keputusan. Yehuwa memiliki wewenang tertinggi, baik di surga maupun di bumi. Karena Dia menciptakan segala sesuatu, Dialah yang paling berkuasa di alam semesta. Dia selalu menggunakan wewenang-Nya untuk kebaikan semua ciptaan-Nya. Yehuwa telah memberi beberapa manusia tanggung jawab untuk mengurus kita, misalnya orang tua, penatua sidang, dan pemerintah. Mereka semua punya wewenang tertentu, dan Yehuwa ingin agar kita bekerja sama dengan mereka. (Roma 13:1-5; 1 Timotius 5:17) Tapi, jika hukum manusia bertentangan dengan hukum Allah, kita akan lebih menaati Allah daripada manusia. (Kisah 5:29) Jika kita menghormati wewenang orang-orang yang Yehuwa gunakan, itu berarti kita menghormati keputusan-Nya.

Bab 4, paragraf 7

 12 PENATUA

Yehuwa menggunakan para penatua, yang adalah saudara-saudara berpengalaman, untuk mengurus sidang. (Ulangan 1:13; Kisah 20:28) Para penatua membantu kita untuk tetap akrab dengan Yehuwa dan menyembah-Nya dengan damai dan teratur. (1 Korintus 14:33, 40) Penatua dilantik dengan kuasa kudus, karena mereka harus memenuhi syarat khusus dalam Alkitab yang ditulis dengan bimbingan kuasa kudus. (1 Timotius 3:1-7; Titus 1:5-9; 1 Petrus 5:2, 3) Karena percaya dan mendukung organisasi Allah, kita senang bekerja sama dengan para penatua.​—Mazmur 138:6; Ibrani 13:17.

Bab 4, paragraf 8

 13 KEPALA KELUARGA

Yehuwa memberi orang tua tanggung jawab untuk mengurus anak-anak dan rumah tangga mereka. Tapi, Alkitab berkata bahwa suami adalah kepala keluarga. Tapi, jika tidak ada seorang ayah dalam keluarga, ibulah yang menjadi kepala keluarga. Tanggung jawab kepala keluarga termasuk menyediakan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Kepala keluarga juga harus memimpin keluarganya untuk beribadah kepada Yehuwa. Misalnya, dia memastikan bahwa mereka berhimpun, berdinas, dan belajar Alkitab bersama dengan teratur. Kepala keluarga juga bertanggung jawab untuk membuat keputusan dalam keluarga. Dia selalu berusaha meniru Yesus dengan menjadi baik dan masuk akal serta tidak pernah jahat atau kasar. Ini membuat suasana menjadi lebih hangat sehingga seluruh keluarga bisa merasa aman dan persahabatan mereka dengan Yehuwa semakin erat.

Bab 4, paragraf 12

 14 BADAN PIMPINAN

Badan Pimpinan adalah sekelompok pria yang punya harapan untuk hidup di surga. Mereka digunakan oleh Allah untuk memberi arahan kepada umat-Nya. Pada abad pertama, Yehuwa menggunakan badan pimpinan untuk membimbing sidang Kristen masa awal dalam ibadah dan dinas mereka. (Kisah 15:2) Sekarang, sekelompok saudara-saudara yang melayani sebagai Badan Pimpinan mengarahkan, membimbing, dan melindungi umat Allah. Saat saudara-saudara ini membuat keputusan, mereka mengandalkan bimbingan Firman Allah dan kuasa kudus-Nya. Yesus menyebut pria-pria terurap ini sebagai ”budak yang setia dan bijaksana”.​—Matius 24:45-47.

Bab 4, paragraf 15

 15 PENUTUP KEPALA

Kadang, seorang saudari diminta melakukan tugas sidang yang biasanya dilakukan oleh seorang saudara. Jika itu terjadi, dia akan memakai penutup kepala untuk menghormati pengaturan Yehuwa. Tapi, hal ini hanya berlaku pada situasi tertentu. Misalnya, seorang saudari yang memandu pelajaran Alkitab akan memakai penutup kepala jika suaminya atau seorang saudara terbaptis ada di sana.​—1 Korintus 11:11-15.

Bab 4, paragraf 17

 16 KENETRALAN

Jika kita netral, kita tidak akan terlibat dalam urusan politik. (Yohanes 17:16) Umat Yehuwa mendukung Kerajaan Allah. Kita meniru Yesus dengan tetap netral dalam urusan dunia.

Yehuwa memerintahkan kita untuk ”taat kepada pemerintah dan para penguasa”. (Titus 3:1, 2; Roma 13:1-7) Tapi, hukum Allah juga berkata bahwa kita tidak boleh membunuh. Jadi, hati nurani orang Kristen tidak mengizinkan dia untuk ikut berperang. Jika seorang Kristen punya pilihan untuk melakukan tugas sipil sebagai ganti tugas militer, dia harus mempertimbangkan apakah hati nuraninya mengizinkan dia melakukannya atau tidak.

Kita hanya menyembah Yehuwa karena Dia adalah Pencipta kita. Memang, kita menghormati lambang negara. Tapi, kita tidak akan memberi salut pada bendera atau menyanyikan lagu kebangsaan. (Yesaya 43:11; Daniel 3:1-30; 1 Korintus 10:14) Setiap hamba Yehuwa juga memutuskan sendiri untuk tidak memberikan suara saat pemilu, karena mereka sudah memilih pemerintahan Allah.​—Matius 22:21; Yohanes 15:19; 18:36.

Bab 5, paragraf 2

 17 PIKIRAN DUNIA

Dunia ini dipenuhi oleh pikiran Setan. Cara berpikir seperti ini umum di antara orang-orang yang tidak menyayangi dan tidak meniru Yehuwa serta mereka yang menolak standar-Nya. (1 Yohanes 5:19) Cara berpikir ini juga menghasilkan berbagai tingkah laku yang buruk. Semua ini disebut pikiran dunia. (Efesus 2:2) Umat Yehuwa berusaha keras agar tidak dipengaruhi oleh pikiran dunia ini. (Efesus 6:10-18) Sebaliknya, kita menyukai perintah Yehuwa dan berupaya keras untuk meniru cara berpikir-Nya.

Bab 5, paragraf 7

 18 KEMURTADAN

Orang murtad adalah orang yang menentang kebenaran Alkitab. Mereka memberontak terhadap Yehuwa dan Yesus, Raja dari Kerajaan Allah, dan memengaruhi orang lain untuk mengikuti mereka. (Roma 1:25) Mereka ingin membuat umat Yehuwa menjadi ragu. Beberapa orang di sidang Kristen masa awal menjadi orang murtad. Dan, pada zaman kita ada juga yang seperti itu. (2 Tesalonika 2:3) Mereka yang setia kepada Yehuwa sama sekali tidak berurusan dengan orang murtad. Kita tidak akan pernah membiarkan rasa ingin tahu atau tekanan dari orang lain membuat kita membaca atau mendengarkan apa pun yang berasal dari orang murtad. Kita setia kepada Yehuwa dan hanya menyembah Dia.

Bab 5, paragraf 9

 19 PENDAMAIAN

Dalam Hukum Musa, bangsa Israel meminta pengampunan Yehuwa atas dosa mereka dengan membawa persembahan untuk pendamaian berupa biji-bijian, minyak, dan binatang ke dalam bait. Dengan cara ini, orang Israel diingatkan bahwa Yehuwa mau mengampuni dosa mereka sebagai suatu bangsa ataupun secara perorangan. Belakangan, setelah Yesus memberikan hidupnya untuk menutupi dosa kita, korban pendamaian itu tidak lagi diperlukan. Yesus mempersembahkan korban yang sempurna ”sekali untuk selamanya”.​—Ibrani 10:1, 4, 10.

Bab 7, paragraf 6

 20 MENGHARGAI KEHIDUPAN BINATANG

Dalam Hukum Musa, orang-orang diperbolehkan makan daging binatang. Mereka juga diperintahkan untuk mempersembahkan korban binatang. (Imamat 1:5, 6) Tapi, Yehuwa tidak pernah mengizinkan umat-Nya untuk bertindak kejam kepada binatang. (Amsal 12:10) Malah, Hukum Musa melindungi binatang dari perbuatan kejam. Orang Israel diperintahkan untuk mengurus binatang yang mereka miliki dengan baik.​—Ulangan 22:6, 7.

Bab 7, paragraf 6

 21 FRAKSI DARAH DAN PERAWATAN MEDIS

Fraksi darah. Darah terdiri dari empat bagian utama, yaitu sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Empat bagian utama darah ini bisa dibagi menjadi bagian yang lebih kecil, yang disebut fraksi darah. *

Orang Kristen menolak transfusi darah utuh atau keempat bagian utama darah. Tapi, apakah mereka bisa menerima fraksi darah? Alkitab tidak memberi petunjuk yang khusus tentang itu. Jadi, setiap orang Kristen harus membuat keputusan berdasarkan hati nurani yang telah dilatih Alkitab.

Beberapa orang Kristen memilih untuk menolak semua fraksi darah. Mereka mungkin berpikir bahwa dalam Hukum Musa, semua darah binatang yang sudah dikeluarkan harus dicurahkan ”ke tanah”.​—Ulangan 12:22-24.

Ada yang membuat keputusan yang berbeda. Hati nurani mereka mengizinkan mereka untuk menerima beberapa fraksi darah. Mereka mungkin berpikir bahwa fraksi-fraksi kecil dari darah sudah tidak melambangkan kehidupan makhluk hidup.

Sewaktu mempertimbangkan tentang fraksi darah, pikirkan:

  • Apakah saya tahu bahwa jika saya menolak semua fraksi darah, itu berarti saya menolak beberapa jenis obat yang bisa melawan penyakit atau membantu menghentikan pendarahan?

  • Bisakah saya menjelaskan kepada dokter alasan saya menerima atau menolak fraksi darah tertentu?

Perawatan medis. Sebagai orang Kristen, kita tidak mendonorkan darah dan tidak menyimpan darah kita sendiri yang akan digunakan dalam operasi beberapa minggu kemudian. Tapi, ada perawatan medis lain yang menggunakan darah pasien. Setiap orang Kristen harus memutuskan sendiri bagaimana darahnya akan digunakan selama operasi, pemeriksaan medis, atau menjalani terapi terbaru. Sewaktu salah satu perawatan medis ini dilakukan, darah pasien itu mungkin dialirkan ke luar untuk sementara waktu.​—Untuk keterangan lebih lanjut, lihat Menara Pengawal 15 Oktober 2000, halaman 30-31.

Misalnya, ada perawatan yang disebut hemodilusi. Dalam perawatan ini, darah pasien dialirkan ke luar sesaat sebelum operasi dimulai dan diganti dengan cairan pengembang volume darah. Lalu, selama atau sesaat setelah operasi selesai, darah pasien dimasukkan kembali ke tubuhnya.

Perawatan lainnya adalah penyelamatan sel. Dalam perawatan ini, darah pasien yang keluar selama operasi dikumpulkan, dibersihkan, lalu dimasukkan kembali ke tubuh pasien selama atau sesaat setelah operasi selesai.

Setiap dokter mungkin melakukan perawatan dengan cara yang sedikit berbeda. Jadi, sebelum seorang Kristen menjalani operasi, pemeriksaan medis, atau terapi terbaru, dia perlu mencari tahu dengan jelas bagaimana darahnya akan digunakan dalam perawatan-perawatan medis itu.

Sewaktu mempertimbangkan tentang perawatan medis yang menggunakan darah kita sendiri, pikirkan:

  • Jika sebagian darah saya akan dialirkan ke luar tubuh saya dan alirannya bisa saja terhenti sebentar, apakah hati nurani saya akan mengizinkan saya untuk menganggap bahwa darah ini masih merupakan bagian dari diri saya, sehingga tidak perlu dicurahkan ”ke tanah”?​—Ulangan 12:23, 24.

  • Apakah hati nurani saya yang dilatih Alkitab akan terganggu jika selama perawatan medis sebagian darah saya diambil, dimodifikasi, dan kemudian dialirkan kembali ke tubuh saya?

  • Apakah saya menyadari bahwa menolak semua perawatan medis yang menggunakan darah saya berarti saya menolak tes darah, hemodialisis, atau penggunaan mesin pengganti fungsi jantung dan paru (heart-lung bypass machine)?

Sebelum membuat keputusan tentang fraksi darah dan perawatan medis yang menggunakan darah kita sendiri, kita perlu berdoa meminta bimbingan Yehuwa dan melakukan riset. (Yakobus 1:5, 6) Setelah itu, kita sendirilah yang harus membuat keputusan berdasarkan hati nurani kita yang telah dilatih Alkitab. Jangan bertanya kepada orang lain apa keputusan dia jika dia mengalami hal yang sama. Orang lain juga seharusnya tidak mencoba untuk memengaruhi keputusan kita.​—Roma 14:12; Galatia 6:5.

Bab 7, paragraf 11

 22 TINGKAH LAKU YANG MURNI

Tingkah laku yang murni berarti tindakan yang bersih di pandangan Allah. Itu mencakup pikiran, kata-kata, dan perbuatan kita. Yehuwa memerintahkan kita untuk menghindari segala jenis perbuatan cabul. (Amsal 1:10; 3:1) Kita harus memutuskan bahwa kita akan mengikuti standar kebersihan Yehuwa bahkan sebelum kita berada dalam situasi yang bisa membuat kita melakukan yang salah. Kita perlu terus berdoa meminta bantuan Allah untuk menjaga pikiran kita murni, dan kita harus bertekad untuk menolak godaan yang bisa membuat kita berbuat cabul.​—1 Korintus 6:9, 10, 18; Efesus 5:5.

Bab 8, paragraf 11

 23 KELAKUAN TIDAK TAHU MALU DAN KENAJISAN

Kelakuan tidak tahu malu mencakup tingkah laku atau kata-kata yang adalah pelanggaran serius terhadap standar Allah. Orang yang berkelakuan seperti itu menunjukkan bahwa dia tidak menghormati hukum Allah. Jika seseorang terbukti melakukan kelakuan tidak tahu malu, panitia pengadilan akan menangani hal itu. Kenajisan mencakup berbagai perbuatan yang salah. Tergantung dari seberapa parah situasinya, beberapa masalah kenajisan mungkin perlu ditangani oleh panitia pengadilan di sidang.​—Galatia 5:19-21; Efesus 4:19; untuk keterangan lebih lanjut, lihat ”Pertanyaan Pembaca” di Menara Pengawal 15 Juli 2006.

Bab 9, paragraf 7; Bab 12, paragraf 10

 24 MASTURBASI

Yehuwa merancang hubungan seks sebagai bentuk pernyataan cinta yang murni antara suami dan istri. Tapi, jika seseorang melakukan masturbasi, atau menyalahgunakan alat kelaminnya untuk kesenangan seksual, itu berarti dia memperoleh kepuasan seks dengan cara yang najis. Kebiasaan ini bisa merusak persahabatan seseorang dengan Yehuwa. Ini bisa mengembangkan nafsu seksual yang salah dan membuat seseorang memandang seks dengan cara yang salah. (Kolose 3:5) Jika kita punya kebiasaan najis ini dan merasa sulit untuk menghentikannya, janganlah menyerah. (Mazmur 86:5; 1 Yohanes 3:20) Berdoalah memohon bantuan Yehuwa dengan sungguh-sungguh. Hindarilah hal-hal seperti pornografi, yang bisa membuat kita memikirkan hal-hal yang najis. Bicaralah dengan salah satu orang tua Kristen kita atau dengan sahabat kita yang rohani. (Amsal 1:8, 9; 1 Tesalonika 5:14; Titus 2:3-5) Yakinlah bahwa Yehuwa melihat dan menghargai upaya kita untuk tetap bersih dari kenajisan.​—Mazmur 51:17; Yesaya 1:18.

Bab 9, paragraf 9

 25 POLIGAMI

Jika seseorang punya pasangan hidup lebih dari satu, itu berarti dia berpoligami. Yehuwa merancang perkawinan untuk dilakukan antara satu pria dan satu wanita. Pada zaman Israel dulu, Allah mengizinkan pria untuk punya istri lebih dari satu. Tapi, ini bukan keinginan Allah sejak awal. Sekarang, Yehuwa tidak mengizinkan poligami. Seorang suami hanya boleh punya satu istri, dan seorang istri hanya boleh punya satu suami.​—Matius 19:9; 1 Timotius 3:2.

Bab 10, paragraf 12

 26 PERCERAIAN DAN PERPISAHAN

Yehuwa ingin agar suami dan istri terus bersama selama mereka hidup. (Kejadian 2:24; Maleakhi 2:15, 16; Matius 19:3-6; 1 Korintus 7:39) Dia hanya mengizinkan perceraian jika salah satu dari mereka terbukti berzina. Jika itu terjadi, Yehuwa mengizinkan pasangan yang tidak bersalah untuk memutuskan apakah dia mau bercerai atau tidak.​—Matius 19:9.

Kadang, ada orang Kristen yang memutuskan untuk berpisah dengan pasangan mereka meski tidak ada yang berzina. (1 Korintus 7:11) Seorang Kristen bisa mempertimbangkan untuk berpisah dalam keadaan-keadaan berikut ini:

  • Tidak dinafkahi dengan sengaja: Seorang suami tidak mau menafkahi keluarganya sampai-sampai keluarganya tidak punya uang atau makanan.​—1 Timotius 5:8.

  • Dianiaya dengan kejam: Pasangan dianiaya sampai-sampai kesehatan atau nyawanya terancam.​—Galatia 5:19-21.

  • Hubungannya dengan Yehuwa sangat terancam: Seorang suami atau istri menyebabkan pasangannya sama sekali tidak bisa melayani Yehuwa.​—Kisah 5:29.

Bab 11, paragraf 19

 27 MEMUJI DAN MENYEMANGATI

Kita semua perlu dipuji dan disemangati. (Amsal 12:25; 16:24) Kita bisa saling menguatkan dan menghibur dengan kata-kata yang baik dan lembut. Ini bisa membantu saudara-saudari kita untuk bertekun dan terus melayani Yehuwa meski sangat sulit. (Amsal 12:18; Filipi 2:1-4) Jika ada yang patah semangat, kita perlu mendengarkan dia baik-baik dan mencoba untuk memahami perasaannya. Dengan begitu, kita jadi tahu kata-kata atau tindakan yang cocok untuk membantunya. (Yakobus 1:19) Bertekadlah untuk mengenal saudara-saudari dengan baik agar kita benar-benar memahami kebutuhan mereka. Lalu, kita bisa membantu mereka untuk menghampiri Sumber penghiburan dan kekuatan yang akan benar-benar menyegarkan mereka.​—2 Korintus 1:3, 4; 1 Tesalonika 5:11.

Bab 12, paragraf 16

 28 ACARA PERNIKAHAN

Alkitab tidak membuat aturan khusus tentang acara pernikahan. Kebiasaan dan hukum di seluruh dunia tentang pernikahan berbeda-beda. (Kejadian 24:67; Matius 1:24; 25:10; Lukas 14:8) Bagian yang paling penting dari pernikahan adalah ikrar yang diucapkan pasangan di hadapan Yehuwa. Banyak pasangan memilih agar keluarga dan teman dekat mereka hadir saat mereka berikrar dan agar seorang penatua memberikan khotbah berdasarkan Alkitab. Mereka bisa memutuskan apakah akan mengadakan pesta atau tidak dan pesta seperti apa yang akan diadakan setelah mereka berikrar. (Lukas 14:28; Yohanes 2:1-11) Keputusan apa pun yang dibuat pasangan, mereka perlu memastikan bahwa pernikahan mereka menghormati Yehuwa. (Kejadian 2:18-24; Matius 19:5, 6) Prinsip Alkitab bisa membantu mereka membuat keputusan yang bijak. (1 Yohanes 2:16, 17) Jika pasangan memutuskan untuk menyajikan minuman beralkohol saat pesta, mereka perlu memastikan bahwa pesta mereka diawasi dengan baik. (Amsal 20:1; Efesus 5:18) Jika mereka memilih untuk mengadakan acara musik atau hiburan tertentu, mereka perlu memastikan bahwa itu menghormati Yehuwa. Pasangan Kristen perlu memperhatikan hubungan mereka dengan Allah dan dengan satu sama lain, bukan hanya hari pernikahan mereka.​—Amsal 18:22; untuk lebih banyak saran, lihat Menara Pengawal 15 Oktober 2006, halaman 18-31.

Bab 13, paragraf 18

 29 MEMBUAT KEPUTUSAN YANG BIJAK

Kita ingin membuat keputusan yang baik yang berdasarkan prinsip Alkitab. Misalnya, seorang Kristen diajak oleh pasangannya yang bukan Saksi untuk makan bersama keluarga besar saat hari raya tertentu. Jika ini yang Saudara alami, apa yang akan Saudara lakukan? Jika hati nurani Saudara mengizinkan Saudara untuk pergi, Saudara bisa menjelaskan kepada pasangan Saudara bahwa jika ada kebiasaan kafir dalam acara makan-makan itu, Saudara tidak akan ikut melakukannya. Saudara juga harus mempertimbangkan apakah orang lain akan tersandung jika Saudara pergi ke acara itu.​—1 Korintus 8:9; 10:23, 24.

Atau, bos Saudara mungkin memberikan bonus pada saat perayaan tertentu. Apakah Saudara perlu menolaknya? Belum tentu. Keputusan Saudara untuk menerimanya atau tidak kemungkinan bergantung pada bagaimana bos Saudara memandang hal itu. Apakah dia menganggap bonus itu sebagai bagian dari perayaan atau hanya sekadar untuk menghargai pekerjaan Saudara? Buatlah keputusan dengan memikirkan hal ini dan faktor lainnya.

Dalam situasi lain, seseorang mungkin memberi Saudara hadiah saat perayaan tertentu dan berkata, ”Saya tahu kamu tidak merayakan perayaan ini, tapi saya mau memberi kamu hadiah ini.” Mungkin, orang tersebut hanya bersikap baik. Atau, apakah dia mungkin sedang menguji Saudara atau menjebak Saudara untuk merayakan perayaan ini? Setelah memikirkan hal ini, Saudara bisa memutuskan apakah mau menerima hadiah itu atau tidak. Apa pun keputusan kita, kita ingin punya hati nurani yang baik dan tetap setia kepada Yehuwa.​—Kisah 23:1.

Bab 13, paragraf 22

 30 MASALAH BISNIS DAN HUKUM

Dalam banyak kasus, jika masalah segera diatasi dengan damai, masalah itu tidak akan menjadi besar. (Matius 5:23-26) Bagi semua orang Kristen, hal yang terpenting adalah memuji Yehuwa dan menjaga persatuan sidang.​—Yohanes 13:34, 35; 1 Korintus 13:4, 5.

Jika ada perselisihan antara orang Kristen karena masalah bisnis, mereka perlu berupaya menyelesaikannya tanpa perlu dibawa ke pengadilan. Dalam 1 Korintus 6:1-8, terdapat nasihat Rasul Paulus tentang gugatan hukum antara orang Kristen. Jika kita menuntut saudara kita ke pengadilan, hal ini bisa berpengaruh buruk terhadap Yehuwa dan sidang. Di Matius 18:15-17, ada tiga langkah yang orang Kristen perlu ikuti untuk menyelesaikan masalah besar, seperti tuduhan fitnah atau penipuan. (1) Mereka perlu terlebih dahulu berupaya menyelesaikan masalahnya antara mereka saja. (2) Jika itu tidak berhasil, mereka bisa meminta satu atau dua anggota sidang yang matang untuk membantu. (3) Lalu jika perlu, mereka bisa menyerahkan masalah itu untuk ditangani badan penatua. Jika itu terjadi, para penatua akan menggunakan prinsip Alkitab untuk membantu semua yang terlibat agar masalahnya bisa diselesaikan dengan damai. Jika ada yang tidak mau mengikuti prinsip Alkitab, para penatua sidang mungkin perlu membentuk panitia pengadilan.

Ada beberapa situasi yang mungkin harus diselesaikan dengan jalur hukum, misalnya perceraian, hak asuh anak, pembayaran tunjangan, klaim asuransi, kebangkrutan, atau surat wasiat. Jika seorang Kristen menempuh jalur hukum seperti ini untuk menyelesaikan masalahnya dengan damai, dia tidak melanggar nasihat Paulus.

Jika terjadi kejahatan besar seperti pemerkosaan, pelecehan anak, penyerangan, pencurian yang besar, atau pembunuhan, seorang Kristen yang melaporkan kejahatan seperti ini kepada pihak yang berwenang tidak melanggar nasihat Paulus.

Bab 14, paragraf 14

 31 TIPUAN SETAN

Sejak di Taman Eden, Setan sudah berupaya menipu manusia. (Kejadian 3:1-6; Wahyu 12:9) Dia tahu bahwa jika dia berhasil menyimpangkan cara berpikir kita, dia bisa memengaruhi kita untuk berbuat buruk. (2 Korintus 4:4; Yakobus 1:14, 15) Dia menggunakan politik, agama, bisnis, hiburan, pendidikan, dan banyak hal lainnya untuk menyebarkan cara berpikirnya sehingga semua hal itu tampak baik.​—Yohanes 14:30; 1 Yohanes 5:19.

Setan tahu bahwa dia tidak punya banyak waktu lagi untuk menipu orang-orang. Jadi, dia melakukan segala sesuatu untuk menipu sebanyak mungkin orang, khususnya umat Yehuwa. (Wahyu 12:12) Jika kita tidak berhati-hati, Setan bisa perlahan-lahan merusak pikiran kita. (1 Korintus 10:12) Misalnya, Yehuwa ingin agar perkawinan bertahan selamanya. (Matius 19:5, 6, 9) Tapi, banyak orang memandang perkawinan sebagai hubungan biasa yang bisa diputuskan dengan mudah. Banyak film dan acara TV menyebarkan cara berpikir ini. Kita harus memastikan bahwa cara dunia ini memandang perkawinan tidak memengaruhi kita.

Cara lain Setan untuk menipu kita adalah dengan menonjolkan sikap ingin bebas. (2 Timotius 3:4) Jika kita tidak berhati-hati, kita bisa tidak lagi menghormati orang-orang yang dilantik oleh Yehuwa. Misalnya, seorang saudara mungkin mulai menolak petunjuk yang diberikan oleh penatua. (Ibrani 12:5) Atau, seorang saudari mungkin mulai mempertanyakan pengaturan kekepalaan dari Yehuwa di dalam keluarga.​—1 Korintus 11:3.

Kita harus bertekad agar cara berpikir kita tidak terpengaruh Setan. Sebaliknya, kita mau meniru cara berpikir Yehuwa dan selalu ’berfokus pada hal-hal yang di atas’.​—Kolose 3:2; 2 Korintus 2:11.

Bab 16, paragraf 9

 32 PENGOBATAN

Kita semua ingin sehat dan mendapatkan perawatan yang terbaik saat kita sakit. (Yesaya 38:21; Markus 5:25, 26; Lukas 10:34) Sekarang, banyak jenis perawatan yang tersedia dari para dokter dan yang lainnya. Saat kita ingin memutuskan untuk menerima perawatan tertentu, kita perlu mengikuti prinsip Alkitab. Ingatlah bahwa hanya Kerajaan Allah yang bisa benar-benar menyembuhkan kita. Jangan sampai kita terlalu memikirkan kesehatan kita sampai-sampai kita melupakan ibadah kita kepada Yehuwa.​—Yesaya 33:24; 1 Timotius 4:16.

Kita harus menghindari perawatan apa pun yang kelihatannya menggunakan kekuatan roh-roh jahat. (Ulangan 18:10-12; Yesaya 1:13) Jadi sebelum kita menerima suatu perawatan atau pengobatan, kita perlu sebisa-bisanya mencari tahu latar belakang dan cara berpikir yang ditonjolkan. (Amsal 14:15) Kita harus ingat bahwa Setan sedang berupaya menipu kita agar terlibat dengan spiritisme. Bahkan jika kita ragu apakah suatu perawatan berhubungan dengan spiritisme atau tidak, lebih baik kita menghindarinya.​—1 Petrus 5:8.

Bab 16, paragraf 18

^ Ada dokter yang mungkin menganggap bahwa empat bagian utama darah ini sebagai fraksi darah. Jadi, kita mungkin perlu menjelaskan bahwa kita sendiri telah memutuskan untuk tidak menerima transfusi darah utuh atau keempat bagian utama darah, yaitu sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma.